0
Hujan
Posted by mElLy
in
Cuap-cuap
Tik..tik..tik..tik..bunyi nya jatuh satu persatu, berurutan, beraturan tanpa saling memacu satu dan yang lainya, sejauh mata tengadah hanya butir butir putih bening yang tampak. Kau datang seakan ingin menghapus semua jejak yang tertinggal di bumi membawa nya serta dengan cahaya matahari yang terbit lebih cerah setelah itu.
Kau juga datang dengan melukis perasaan manusia di dasar hatinya, lihat mereka yang sedang patah hati kau datang pasti dengan derai tangis air mata mereka. air mata duka yang jatuh seperti jatuh nya bulir mu ke bumi dan seperti perasaan hati mereka yang luka seperti mendung hitam yang kau bawa.Tapi lihat anak kecil itu mereka dengan suka cita menyambut mu tanpa perduli baju dan tubuh mereka yang kau basahi dengan riang butir butir air mu mereka ciprati kian kemari.
Walau kedatangan mu terkadang tidak semua orang menginginkannya namun kau tidak pernah jemu tuk mengunjungi bumi, air yang kau bawa membuat sebagian mata rantai kehidupan kembali berdenyut....namun tidak bila kau sedang berduka semua beban kepenatan mu kau bagi dengan bumi mungkin biar bumi juga ikut merasakan duka dan gelisah yang kau tanggung akibat perbuatan mahkluk yang kau beri kehidupan.Bukan tanpa alasan mungkin kau menghukum bumi, takdir dan jalan kehidupan yang membuat kalian tidak terpisahkan. Seperti kebiasaan mu datang dengan awan gelap tapi ketika pergi kau pasti tinggalkan cahaya mentari. Tik..tik..tik...tik....hari ini, besok dan besok lagi kunjungi terus kami yang di bumi.
Baca Kelanjutannya...
| Back To Top |
Kau juga datang dengan melukis perasaan manusia di dasar hatinya, lihat mereka yang sedang patah hati kau datang pasti dengan derai tangis air mata mereka. air mata duka yang jatuh seperti jatuh nya bulir mu ke bumi dan seperti perasaan hati mereka yang luka seperti mendung hitam yang kau bawa.Tapi lihat anak kecil itu mereka dengan suka cita menyambut mu tanpa perduli baju dan tubuh mereka yang kau basahi dengan riang butir butir air mu mereka ciprati kian kemari.
Walau kedatangan mu terkadang tidak semua orang menginginkannya namun kau tidak pernah jemu tuk mengunjungi bumi, air yang kau bawa membuat sebagian mata rantai kehidupan kembali berdenyut....namun tidak bila kau sedang berduka semua beban kepenatan mu kau bagi dengan bumi mungkin biar bumi juga ikut merasakan duka dan gelisah yang kau tanggung akibat perbuatan mahkluk yang kau beri kehidupan.Bukan tanpa alasan mungkin kau menghukum bumi, takdir dan jalan kehidupan yang membuat kalian tidak terpisahkan. Seperti kebiasaan mu datang dengan awan gelap tapi ketika pergi kau pasti tinggalkan cahaya mentari. Tik..tik..tik...tik....hari ini, besok dan besok lagi kunjungi terus kami yang di bumi.




