Setiap Warna punya arti...setiap Warna mewakili sejarah...Warna mewakili kita!

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Oktober 26, 2009

Toksoplasma...


Mungkin judul na sedikit "berat" hehhehe dan berhubungan dengan dunia ke dokteran but ku ambil simple nya aj dech...awal nya karena nemanin sepupu medical cek ke dokter mata di sana kita sempat share panjang lebar ama tuch dokter ttg mata nya sepupu ku itu, dia memang udah lama make kaca mata minus, sewaktu dokter cek mata sepupu ku tuch dokter bilang syaraf mata kiri nya sudah rusak akibat infeksi....cek dan ricek dokter matanya bilang kalau infeksi itu di sebabkan oleh virus toksoplasma dan meninggalkan bekas di mata sepupu ku.
Memang sich virus itu sudah tidak aktif lagi tapi suatu saat dia bisa tumbuh dan berkembang biak lagi tergantung dari sistem kekebalan tubuh yang di miliki setiap orang. Ku baca di artikel virus ini di tularkan melalui hewan bisa seperti kucing, kelinci, babi, anjing dan hewan mamalia lainya, namun hewan yang rentan menularkan penyakit ini adalah kucing yang di sebut dengan pambawa (carrier) melalui tinja yang terhirup oleh manusia.Parasit toksoplasma berkembang biak di dalam sel darah putih manusia, jaringan parenkim dan sel endotel yang kemudian parasit ini membentuk kista, kista ini bisa bersarang dalam saraf mata,otot jantung, alat pencernaan dll. Pada manusia bila terkena toksoplasma ini akan mengakibat kan flu ringan tetapi pada wanita hamil akan berakibat fatal karena bisa mengakibatkan keguguran dan bila anak yang di kandung lahir akan mengalami pembesaran kelenjer otak dan cacat.
Kista pada organ manusia dapat merusak organ, tergantung pada ganas nya kista dan pada umur berapa si penderita terjangkit.Tindakan pengobatan bila terkena toksoplasma ini dengan membasmi telur parasitnya hingga kista yang berada dalam tubuh manusia bisa di hilangkan. Untuk menghindari toksoplasma sedini mungkin dengan cara memeriksa kan atau cek darah ke laboratorium supaya kita bisa mencegah parasit ini berkembang biak.

Maret 17, 2009

Kata-kata bijak tentang cinta

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ by Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
Taken from : DALE CARNAGIE

Maret 12, 2009

Mengeluh dan melenguh

Sudah menjadi rutinitas setiap insan, mengeluh adalah kegiatan rutin, diungkap maupun cuma dibatin. Yang blognya sepi pengunjung, mengeluh knapa kok nggak ada yang komentar, yang blognya ramai pengunjungpun mengeluh, capek membalas comment masuk
Artikel taken from here
  • Suami mengeluh, kenapa harus ada kewajiban mencari nafkah
  • Istri mengeluh, kenapa yang hamil kok nggak lelaki saja
  • Sopir angkot mengeluh, penumpang sepi harga BBM noak-naik
  • Penumpang mengeluh, angkot kok dikit2 berhenti, kapan sampainya?
  • Guru mengeluh, sudah gonta-ganti metode hasilnya nihil
  • Murid mengeluh, pelajaran mboseni, gurunya galak dan nerangkannya nggak jelas
  • Orang tua murid mengeluh, SPP mahal, buku nggak bisa nglungsur kakaknya
  • Blogger mengeluh, mau posting nggak dapat ide, koneksi lelet
  • Petani mengeluh, harga pupuk selangit, harga jual anjlok drastis
  • Pegawai Negri mengeluh, enakan kerja di swasta, ada lemburan, THR nya bisa sekali gaji
  • Pegawai Swasta mengeluh, enakan jadi PNS, nggak perlu takut di PHK
  • Penyanyi mengeluh, pembajakan merajalela
  • Pembajak lagu mengeluh, kenapa musti ada razia
  • Penyeberang jalan mengeluh, kendaraan yang lewat kok nggak ada jedanya
  • Pengemudi mengeluh, penyeberang jalan seenak udelnya dan bikin semrawut
  • Pedagang layang2 mengeluh, musim hujan kok lama banget
  • Pedagang jas hujan mengeluh, hujan kok nggak datang2.
  • Anak mengeluh, kenapa ini-itu musti diatur dan nunggu persetujuan orang tua
  • Orang tua mengeluh, kenapa anak sekarang kok susah diatur
  • Kambing mengeluh, enakan jadi kucing, nggak disembelih, nggak dibikin sate
  • Kucing mengeluh, enakan jadi kupu, bisa terbang kemana2
  • Kupu2 mengeluh, nggak bisa leluasa keluar malam takut ketangkep Satpol PP
  • Satpol PP mengeluh, kenapa nggak diberi fasilitas pistol kayak polisi
  • Polisi mengeluh, seragamnya kok nggak ngikuti mode
Sapi melenguh: "Ghgyt%4$ 7&^#@* g%fdw;*76t fdREs#2@*&^ * Vcxdsetr$#"
Artinya kira2 :"Kenapa manusia kok mengeluh... Kenapa tidak melenguh seperti saya?"

Bagaimana dengan Anda?. Apa keluhan untuk hari ini?

Desember 17, 2008

Kepedulian...

Saya adalah Anak Dipungut, Semua Orang Berkata Nyawa Saya Tak Berharga
Inilah kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik, yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan di dunia adalah Saya pernah datang dan saya sangat penurut.
Anak ini, Yu Yuan namanya, rela melepaskan pengobatan dan akhirnya meninggal dunia. Padahal sebelumnya, dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Tionghoa seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak-anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.
Ketika lahir, Yu Yuan, sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di Provinsi She Cuan Kecamatan Suang Liu, Kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini, papanya tidak menemukan pasangan hidupnya.
***
Pada tanggal 30 November 1996, tanggal 20 bulan 10 Imlek, adalah saat dimana Yu Yuan ditemukan di atas hamparan rumput. Di saat itu, Yu Yuan adalah seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat Yu Yuan menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah, papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata,”Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan.” Saat itu pula, papanya memberikan nama Yu Yan.
Begitu Yu Yuan dibawa pulang, sang papa yang yang belum menikah ini kesulitan membesarkan Yu Yuan, karena tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk karena miskin. Sang papa hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil Yu Yuan tumbuh menjadi anak lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.
Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa. Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci baju, memasak nasi, dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa.
Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi, saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke Puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah.
Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi yang panjang untuk menutupi hidungnya.
Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak, kemudian mengambil sebuah gayung kecil di toilet untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 dolar. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang.
Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir. Saat itu, dengan perlahan seperti berbisik Yu Yuan berkata Papa, saya ingin mati. Izinkan saya mati.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, Kamu baru berumur delapan tahun kenapa mau mati.
Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga. Tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.
Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.
Hari itu juga setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto.
Yu Yuan berkata kepada papanya: Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini.
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Yu Yuan berpikiran, dirinya bagaikan selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Andaikan mati, tak ada yang peduli.
Ketika itu, seorang wartawan, Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, menemukan kisah malang Yu Yuan dari rumah sakit. Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur delapan tahun mengatur pemakamaannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh Kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim e-mail ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Tioghoa di seluruh dunia, telah berhasil mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia.
Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-e-mail bahkan menulis: Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus.
Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, Anak yang baik. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen di mana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari e-mail. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan. ” Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?” tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, “Karena mereka semua adalah orang yang baik hati.”
Yu Yuan kemudian berkata, “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati.“. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik.” Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”
Fu Yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat wasiat tersebut. Ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan di atas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.
Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Di belakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa Tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga Papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh.”
Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.
Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Suatu saat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.
Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi kedunia lain.
Di Kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan. “Anak kecil, kamu ini sebenarnya adalah malaikat kecil di atas langit. Kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah..”
***
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.
Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Di atas batu nisannya tertulis, Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 November 1996- 22 Agustus 2005). Dan di belakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah di saat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia.
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita leukimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis di raut wajah anak tersebut.
”Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih Adik Yu Yuan. Kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, Kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata Aku pernah datang dan aku sangat patuh.”
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang pengasih.
Sumber : riaupos.com

Desember 03, 2008

Waspada....



Daging Sampah


Wali Kota Jakarta Barat Joko Ramadhan melihat daging olahan sisa hotel dan restoran yang digerebek polisi dan petugas Sudin Peternakan dan Perikanan Pemkot Jakarta Barat, di kawasan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (11/9).
Bau busuk langsung menyeruak begitu SP tiba di depan pintu sebuah ruangan berukuran sekitar 5 x 3 meter di Jalan Peternakan I, RT 04, RW 07, Kapuk Jagal, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (11/9) sore. Ruangan berdinding kayu dan berlantai tanah merah itu merupakan sebuah dapur, tempat Darmo (55 tahun), dan istrinya Yatmi (50 tahun) mengolah berbagai daging busuk yang akan mereka jual kembali.
Sore itu pasangan suami-istri ini tengah bekerja. Darmo tengah menunggui lima penggorengan berisi daging busuk yang tengah digorengnya, ketika tiba-tiba sejumlah polisi dari Polres Jakarta Barat, bersama petugas dari Suku Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemkot Jakarta Barat masuk dan memergoki ulah mereka.
Wajah Darmo dan Yatmi pun langsung tegang. Apalagi para petugas langsung menemukan sejumlah daging busuk yang belum sempat mereka masak. "Saya enggak tahu apa-apa pak. Saya cuma masak, yang ngerti itu bosnya. Dari dialah saya mendapat daging-daging yang sedang dimasak ini," aku Darmo dengan nada panik, ketika polisi bertanya mengapa daging yang telah busuk dimasaknya kembali.
Darmo bergegas keluar dari dapur disusul istrinya. Tampaknya ia sudah tak tahan dengan kejaran pertanyaan dari para petugas. Ia kemudian duduk di dipan depan rumahnya yang berdinding kayu. "Saya enggak tahu pak asal daging ini dari mana. Pokoknya saya beli dari bos, kemudian saya masak dan jual lagi," akunya dengan wajah ketakutan.
Petugas terus mencecarnya dengan pertanyaan seputar asal daging itu. Namun, Darmo tetap menjawab tak tahu. Ia beralasan sang bos yang menjual daging tersebut, datang dan menjual langsung ke rumahnya.
Padahal saat SP bertanya, bagaimana ia bisa mendapatkan daging-daging tersebut, Darmo mengaku terkadang kalau sang bos tak datang membawa daging ke tempatnya, maka Darmo lah yang akan pergi membeli ke tempat sang bos. Tapi saat ditanya di mana tempat sang bos, lagi-lagi ia mengaku tak tahu. "Enggak tahu saya di mana tempat bosnya. Kadang-kadang si bos sudah datang ke tempat saya bawa daging dalam karung, terkadang saya yang beli ke sana . Tapi saya enggak tahu tempatnya," katanya kembali menghindar.
Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemkot Jakarta Barat, drh Chaidir Taufik, berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan stafnya selama hampir satu minggu sebelum penggerebekan dilakukan, diduga daging-daging busuk yang terdiri atas daging ayam, sosis, ikan, dan usus ayam yang dimasak Darmo, diperoleh dari kumpulan sampah-sampah hotel dan restoran.
"Daging sisa yang telah dibuang ke bak sampah hotel dan restoran, kemudian dikumpulkan dan dijual ke orang-orang seperti Darmo. Mereka lalu menggorengnya kembali untuk dijual dan dimakan," kata Chaidir kepada SP, di sela-sela penggerebekan.
Direndam Formalin
Tak jauh dari dapur rumah Darmo, terdapat sebuah lokasi yang dijadikan tempat penampungan dan penyortiran sampah. Di tempat ini tampak belasan orang pemulung tengah menyortir sampah dari plastik-plastik sampah berukuran besar.
Beberapa di antara mereka tampak sibuk memisahkan plastik-plastik bekas botol air mineral, kardus, dan lain-lain. Petugas dari Sudin Peternakan dan Perikanan pun mendatangi tempat penyortiran sampah tersebut. Di sana , terdapat sebuah kardus berisi kumpulan daging beraneka jenis yang belum sempat dipilah. "Nah daging-daging sisa dari tempat inilah yang dimasak kembali untuk dijual," ujar Chaidir. Selain kotor, daging-daging yang berada di tumpukan lokasi penyortiran sampah tersebut juga telah membusuk dan bercampur dengan sampah-sampah lainnya, aromanya sangat "menusuk" hidung.
Chaidir mengatakan, daging-daging busuk tersebut sebelum dimasak kembali oleh Darmo, terlebih dahulu dicuci dan direndam dalam formalin agar kembali kenyal dan bau busuknya menjadi berkurang. Setelah itu daging digoreng kembali dan dijual ke warung-warung makanan, tukang bubur ayam, dan masyarakat luas.
"Daging ayam yang mereka goreng kembali bentuknya hancur, seperti daging suwir. Soalnya mereka mengumpulkannya dari sisa-sisa daging ayam yang tidak habis dikonsumsi para tamu hotel atau restoran, sehingga bentuknya tidak utuh," urainya.
Menurut Darmo, untuk mencerahkan warna daging yang terlihat menghitam akibat proses masak yang berulang, daging yang telah digoreng akan diberi adukan bubuk pewarna merek rodamin (pewarna tekstil, Red). Bubuk tersebut akan membuat daging yang telah dimasak menjadi berwarna kekuningan, sehingga terlihat seperti daging yang baru diolah. "Saya ngasihnya enggak banyak-banyak, biasanya satu baskom daging hanya ditaburi setengah bungkus pewarna. Kemudian diaduk-aduk supaya warnanya merata," imbuhnya.
Daging yang telah dimasak kembali itu, jelas Darmo, ia jual ke sejumlah pelanggan yang datang ke rumahnya. Ia mengaku tak mengenal para pelanggan yang datang membeli ke rumahnya. Selain itu, istrinya juga membantu menjual dengan menggelar lapak di Pasar Pos Duri, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. "Saya menjual semua jenis daging dalam baskom. Biasanya saya jual seharga Rp 1.000 per bungkus. Isinya daging campur-campur," aku Yatmi.
Lima Tahun
Darmo mengaku membeli daging-daging yang akan dimasaknya dari seseorang yang disebutnya bos. Setiap hari sang bos datang membawa aneka jenis daging yang telah dipilah dalam sebuah karung bekas beras. "Berapa pun banyaknya daging yang dibawakan, saya hanya membayarnya seharga Rp 100.000. Mau isinya sedikit atau banyak harga belinya tetap, karena borongan," ungkapnya.
Dalam satu hari, Darmo mengaku bisa memasak daging sekitar 50-100 kilogram. Dari penghasilannya ini ia memperoleh untung sekitar Rp 100.000 per hari. Usaha yang telah ditekuninya selama lebih dari 5 tahun ini, diakui Darmo merupakan usaha turunan dari mendiang ibunya. "Dulu saya belajar dagang daging ini dari ibu saya yang sudah meninggal. Setelah ibu meninggal usahanya kemudian saya teruskan. Untungnya cuma cukup buat makan sehari-hari," katanya.
Sementara itu, tetangga Darmo bernama Mirna, mengaku tak tahu jika daging yang dijual Darmo berasal dari tempat sampah. Ia hanya melihat setiap hari Yatmi, istri Darmo jualan daging di Pasar Pos Duri, Tambora dalam wadah baskom. "Enggak pernah tahu kalau daging yang dijualnya itu dari tempat sampah. Malah tetangga di sini juga suka ikut beli, soalnya daging yang mereka jual murah. Beli seribu bisa dapat lima potong ikan goreng," imbuhnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan mengaku terkejut mendapat laporan adanya penjualan daging dari tempat sampah tersebut. Terlebih ia mendengar perdagangan daging busuk itu tersebar di beberapa tempat di wilayah yang dipimpinnya. "Saya minta Kasudin Peternakan dan Perikanan untuk terus mencari lokasi mana saja yang terdapat penjualan daging busuk. Ini benar-benar keterlaluan, masak daging sampah dikasihkan pada manusia," ujarnya dengan nada gusar.
Menurut Djoko, penjual daging busuk tersebut dapat dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996, tentang Pangan. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 1 tahun, dan atau denda Rp 120 juta.
by : dr seorang teman

November 24, 2008

Perlindungan Hak Cipta Para Blogger
Suasana kemeriahan pesta blogger 2008 sangat terasa,ribuan blogger dari seluruh pelosok nusantara hadir dan memadati Auditorium Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Ilmu Tehknologi (BPPT)Jl. MH.Thamrin Jakarta pada hari Sabtu 22 November 2008 para blogger yang selama ini hanya bertemu di dunia maya dapat bertukar pengalaman dan berdiskusi untuk lebih memajukan kegiatan blogging di Indonesia.
    Dalam acara tersebut turut di hadiri 5 blogger asing : Mark Tafoya blogger dari Amerika Serikat ( remarkablepalate.com ),Anthony Bianco dari Australia ( Nickbowditchtravel.com ),Jeff Ooi blogger yang juga merupakan anggota Parlemen Partai Oposisi Malaysia ( Jeffooi.com ), Mike Aquino dari Filipina ( Goseasia.com ), dan Mr. Brown dari Singapura (mrbrown.com ).Para blogger ini juga ad yang datang dari daerah Sumatera,Kalimantan,Sulawesi dan Bali. Acara ini juga membahas tentang Hak Cipta seorang Blogger serta topik blog sebagai alat Marketing dan mencari Penghasilan Tambahan. Untuk Perlindungan Hak Cipta di usulkan agar sudah ada realisasi perlindungan terhadap karya para blogger dan di anjurkan jg komunitas blogger ini jangan hanya di jadikan ajang kopi darat saja...
Dalam kesempatan tersebut Menristek Kusmayanto Kadiman juga mengingatkan kepada seluruh blogger untuk tidak membuat blog2 yang isi nya dapat meresahkan seperti kasus kartun nabi muhammad yang dibuat oleh salah seorang blogger asal indonesia ( katanya ??!!...walaupun sekarang tuch kasus masih dlm penyilidikan ),Kusmayanto yang akrab d panggil KK ini juga menyebutkan bahwa blog merupakan gabungan dari 4 sektor yang tidak hanya terdapat unsur teknologi baik itu wireless maupun wireline. Blog juga mengandung unsur ekonomi dimana blog bisa dijadikan sarana untuk mendapatkan keuntungan contoh blog2 berita seperti kompas,detik dan masih banyak lg...blog juga bisa dijadikan ajang politik seperti di malaysia dimana blog berperan mensukseskan Pemilu di Malaysia. Dan blog juga sebagai salah satu wadah sumbangsih kepada masyarakat, yang bisa dijadikan parameter demokrasi Indonesia. Kebebasan para blogger indonesia menurut KK selama tidak melanggar aturan dan perundang undangan maka para blogger bisa bebas berkreasi dan berinteraksi...@!!!!
   

Kutipan...

Jika berbicara tentang kehidupan, wajib baginya untuk mengikutsertakan baik sengaja maupun tidak sengaja unsur agama di dalam topik tersebut, tidak peduli siapapun yang membahasnya, entah dalam lisan, tertulis ataupun cukup hanya di renungkan saja.

Saya hanya seorang manusia yang dibekali dengan intelektul terbatas, yang mencoba memahami arti sebuah proses dan perjalanan kehidupan, walaupun nantinya saya mengetahui dalam proses kehidupan tersebut tubuh saya akan bersatu dengan tanah kembali, dengan ditandai sebongkah batu bertuliskan ejaan nama lengkap dari KTP disertai dengan TTL, tanpa sempat untuk memaksimalkan kesempurnaan yang sesungguhnya tidak ada bagi manusia.

Ada orang berkata, hidup ini terlalu singkat bagi kita. Tapi bagiku itu hanyalah sebuah persepsi kehidupan semu. Umur tidak lebih seabad atau mempunyai umur beratus ratus tahun dalam pandangan saya, tidak mempunyai perbedaan sama sekali, apalagi dalam hal intensitas spiritual, toh.. lambat laun kita juga akan kembali kepadaNya dan yang tersisa hanyalah sebuah pembuktian dan timbangan.

Jika anda tertarik dengan isi artikel ini silahkan meluncur kesumbernya langsung di

http://qittun.blogspot.com/2008/10/bertemanlah-dengan-saya-tapi-jangan.html

Oktober 21, 2008

Antariksa...


WASP-12 PLanet yang baru ditemukan

Dengan ukuran 2259 centigrade atau satu setengah kali planet Jupiter, dan dengan panas yg luar biasa setengah kali panas permukaan matahari atau sekitar 4.00O derajat Fahrenheit atau 2.200 derajat celcius. Rotasi planet ini sangat dekat dengan bintang nya sekitar 2% jarak antara bumi dengan matahari atau 3,4 juta km ( 2 juta mil ). Planet ini hanya butuh waktu 88 hari untuk mengelilingi matahari, jauh berbeda bila di bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu 365 hari untuk mengelilingi matahari.
Wasp-12b adalah planet yang terdiri dari kumpalan gas, masanya satu setengah kali planet Jupiter. Para ilmuwan menggunakan metode Transit untuk menemukan planet tersebut metode ini mengizinkan para astronom untuk tidak hanya mencatat kehadiran planet tetapi juga memperkirakan berat dan kepadatannya.Dengan memperkirakan jarak para peniliti dapat menyimpulkan suhu. Semakin dekat objek dengan bintang maka suhu nya akan semakin panas, Wasp-12b adalah salah satu planet yang berhasil di temukan dengan metode ini.
Penemuan Wasp-12b ini pertama kali di umumkan pada bulan April 2008, sebagai planet terpanas dan masa orbit tercepat, dan baru dikonfigurasi pada tanggal 11 Oktober pada pertemuan tahunan American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences oleh co-discoverer Leslie Hebb dari University of St. Andrews, Scotlandia.

dikutip dari : space.com