Setiap Warna punya arti...setiap Warna mewakili sejarah...Warna mewakili kita!

Tampilkan postingan dengan label puisi/cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi/cerita. Tampilkan semua postingan

Juli 02, 2010

Hanya Tuhan Yang Tahu Hati Manusia

Perempuan itu tak pernah menginginkan kamu terluka
Hanya saja....
Ahh....
Perempuan itu kembali menangis
Dia merasa begitu terasing
Tak punya perasaan
Perempuan itu terus menangis
Dia hanya bergumam
"Seandainya dia tau, aku teramat sayang dia"

Tuhan...
Perempuan itu tergolek lemah lagi
Apa yang harus aku lakukan?
Untuk perempuan itu
Tuhan...
Perempuan itu terlalu jahatkah?
Sampai laki-laki itu terluka
Aku tak tahu Tuhan
Kau yang Maha Tahu hati manusia
Jahat, baik
Hanya kau yang tahu

**inspired by

Mei 26, 2010

Lelaki Bulan

Lae....lelaki terindah yang melintasi garis kehidupanku. malam itu kau ceritakan banyak kisah pada ku, kisah tentang kehidupan mu dulu di ibu kota, kisah tentang perjalanan hidup mu sewaktu masih di kampung, kisah tentang ternak2 mu yang mati karena penyakit, kisah tentang adat dan tradisi di desa mu.... semua kau ceritakan seakan bisa ku lihat dari nanar mata mu....
"Apa kau tau kisah sang Bulan,sewaktu aku masih kecil ibu ku sering bercerita tentang sepasang kekasih,sang gadis adalah belahan jiwa seorang pemuda suatu saat sang gadis pernah berkata kepada pemudanya seandainya mereka terpisah maka mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi....dan si gadis akan hilang untuk selama nya...". " Kemudian apa yang terjadi pada si gadis itu..." tanya ku saat bibir mu tak lagi memaparkan kisah yang kau ceritakan padaku. "Si gadis di culik Hiya si mahkluk bulan....dan dia tidak pernah bisa bertemu dengan pemuda pujaan nya itu". Cerita itu kau kisahkan saat kita duduk menatap bulan, dan bulan malam ini pun masih sama seperti bulan di malam kau bercerita....masih tampak buram dan sedih.
Mendengar cerita2 mu adalah saat2 yang paling ku tunggu lae, dari cerita mu aku bisa tahu banyak hal,bisa menyelami diri mu,kau pernah berkata akan membawa ku melihat bulan di desa mu,kau bilang bulan di sana tidak sesedih bulan yang ada di tempat ku. Lelaki seperti mu ku ibarat kan ulat kepompong yang sedang bermetamorfosis bila waktu itu tiba kau akan berubah menjadi kupu2 yang indah dan terbang mencari wewangian bunga yang mekar. Seperti malam ini, malam yang kesekian kalinya cerita mu tak ku dengar lagi Lae....apa bayangan ku tentang dirimu yang berubah menjadi kupu2 sudah menjadi kenyataan. Saat kau datang aku tidak pernah berfikir sejauh mana kisah ku dengan mu akan ku bawa, karena dirimu sesuatu yang mustahil untuk ku lae....
Bulan bulat itu muncul lagi bayang sinar indah nya tertutup awan kelabu, selintas seperti dirimu yang di culik mahkluk hiya, setiap bulan muncul nyanyian mu akan kepedihan terngiang lagi, lagu yang selalu kau dendang kan sewaktu kita duduk berdua dalam dekapan bulan. " jika ku bisa merentang waktu lebih panjang aq ingin lebih awal berjumpa dengan mu....". " Tapi aq bukan dewa waktu yang bisa dengan mudah mengatur semua nya...maaf kan aq untuk segala kesalahan ku...", jangan pernah mengatakan itu lagi Lae kalau suatu saat kau datang bersama bulan. Karena ujung waktu kita tidak pernah seorang pun tau...tidak kau, aku maupun yang lainya.....

Bayang bayang yang terseret malam
tidak pernah jejak nya tinggal
denting nafas mu bagai irama kelabu
rapuh...nanar...dan hilang
malam jangan pernah datang kan kesedihan
karena kesedihan hanya milik jiwa yang patah
datang kan saja cahaya ufuk
biar kau tau rasa nya terang...
terang yang membawa hilang sang hitam
dan kembalikan lagi senyum di wajah yg hilang.

(@n-dr)

Maret 10, 2010

Delete....

merasakan hadir mu seperti minum kopi pahit
kelat yang terasa tidak hanya di mulut
tapi kamu rasuki setiap inci urat darah ku
pahit.... dan kelat
ntah kenapa hilang mu buat ku lega
tapi ingin kembali lagi dalam ingatan mu
ingin merekuh bulan bersama mu di langit
ingin berbagi cerita lagi dengan mu
katakan bila pergi mu bukan untuk ku
kembalikan lagi buat ku waktu itu
waktu dimana kau tidak seinci pun dalam ingatan ku
agar aku tau menerima mu kesalahan terbesar ku
jangan bawa bimbang itu untuk ku
karena berat jalan kita
dan jangan bawa kerapuhan mu untuk ku
karena tak sanggup ku tatap pilu itu
jalan kita bukan di sini **...

Februari 18, 2010

Sunyi ku....

Dalam diam ada kata yang ingin ku ucap
Kegundahan ku pada jiwa yang jauh
Ada banyak tanya yang menggantung
Seakan lara ku tak pernah hilang
Jarak ku tidak menjauhkan mu
Cinta ku tidak menghalangi hati mu
Namun gundah mu yang buat ku mati
Mati dengan segala ke tidakpuasan ku pada mu
Langit ku seakan hitam dengan air mata
Mengharap kau bisa mengerti aku
Deburan itu pun perlahan surut ke tepian
Ombak nya tidak lagi setinggi himalaya
Hanya pasir yang tertinggal di dataran hati
Yang mulai terkikis terbawa arus
Jika suatu saat kau selami palung itu
Biar kan semua damai tanpa pernah kau sentuh
Rela ku jika kau ingin pergi
Sadar ku melepas mu dengan hati
Serpihan itu mulai jadi debu
Debu dari jejak yang berkarat....

Januari 13, 2010

My Face...

Ada garis merah jambu bersemu di kedua pipimu
Pipi yang merekah dengan tulang dan garis yang tegas
Wajah yang jarang muram walau sedang rapuh
Cuma ada tawa, tawa, dan tawa....
Ada damai yang aneh di wajah mu
Tenang dan dingin seperti air yang mengalir
Coba tebak isi otak ku....
Pernah kau lihat seperti apa di dalam nya
Ada banyak setan bermain di dalamnya
Setan kotor dengan segala tipu daya nya buat mu
Wajah itu cuma pantulan dari topeng kemunafikan
Kalau tidak lekas kau menjauh...
Habis lah... kau dimakan rayab bangsat itu
Jika kau tinggal sampah, ku tinggal kan seperti kotoran
Lihat lagi wajah ku....apa yg kau tangkap
Wajah ku bukan wajah dewa
Wajah ku cuma secuil daging tipis yg mudah tersayat
Lihat aku dari pandangan jiwa mu
Disaat itu kau tau kalau itu bukan wajah tampan sang pengibul....

Desember 30, 2009

Pesan untuk Surga

Ada pesan indah yang di sampaikan malaikat padaku
Pesan yang ia bawa di dalam tulisan lontar
Kalimat demi kalimat yang tertata rapi
Dengan rangkaian kata seperti untaian seruni.
Dengan jelas ia sampaikan pesan bahagia itu padaku
Katanya pesan dari sang penenun cinta di taman harapan
Dia juga menitip kan sebongkah batu jiwa
Jaga dan simpan agar aku aman dari pengganggu yang kotor.
Sang malaikat...
Kutitip kan juga pesan buat sang penenun
Bila masa ku untuk bertemu dengan nya tlah tiba
Ku ingin dia mendekap ku dengan seluruh kasih nya.
Agar haus ku ber kurang dan gerah ku akan panas juga hilang
Sampaikan juga padanya...
Jiwa nya tidak tersia siakan
Raga nya tidak ku biar khan membelatung
Dan besar cinta nya ku titip di besar jagad raya.
Sang malaikat...
Jaga selalu belahan jiwa ku ...

Desember 02, 2009

Jenuh

Perlahan lahan suara bising itu mulai samar
Terganti dengan suara gema yang bergaung
Bergaung di antara dinding dinding kosong yang sunyi
Senyap...sepi...hening.
Satu persatu cerita mulai tinggal debu
Melekat dan semakin tebal di atas material kayu
Menyimpan setiap huruf huruf dengan rapi
Tutup kisah itu dengan debu
Tiup kenangan itu bersama angin
Biar tak satupun ada bekas yang tertinggal
Bekas yang di buat dengan banyak cerita
Biarkan semua memudar
Karena tanpa itu pun pasti semua terkelupas
Dan kembali seperti semula
Seperti saat semua kosong dan hampa.

Oktober 27, 2009

hati, jarak dan waktu


Hati pernah disatukan atas nama cinta
Diisi dengan kisah yang begitu banyak roman
Dengan saksi waktu dia berjalan
Mengitari detik demi detik untuk sebuah harapan
Harapan itu mengalir tanpa pernah tau batas
Batas yang memisahkan antara takdir dan jarak
Hanya terus mengalir dan mengalir
Seiring denyut nadi ini....
Namun di saat harapan itu terus membumbung
Badai hati mu menghempas kehidupan kembali jd kenyataan
Pilihan mu ternyata membuat terluka sukma
Harus kah dengan muka tengadah ku manatap lagi...?
Separu jiwa itu hilang
Hilang dengan kelebat bayang mu di sisi hati
Puing2 mu sisa kenangan di hati ku
Suatu saat puing itu tak lebih dari kenangan
Kenangan yang terkubur di bawah nisan
Berpeti kerinduan akan cinta....







Mei 19, 2009

Lae....

Lae....lelaki terindah yang melintasi garis kehidupanku. malam itu kau ceritakan banyak kisah pada ku, kisah tentang kehidupan mu dulu di ibu kota, kisah tentang perjalanan hidup mu sewaktu masih di kampung, kisah tentang ternak2 mu yang mati karena penyakit, kisah tentang adat dan tradisi di desa mu.... semua kau ceritakan seakan bisa ku lihat dari nanar mata mu....
"Apa kau tau kisah sang Bulan,sewaktu aku masih kecil ibu ku sering bercerita tentang sepasang kekasih,sang gadis adalah belahan jiwa seorang pemuda suatu saat sang gadis pernah berkata kepada pemudanya seandainya mereka terpisah maka mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi....dan si gadis akan hilang untuk selama nya...". " Kemudian apa yang terjadi pada si gadis itu..." tanya ku saat bibir mu tak lagi memaparkan kisah yang kau ceritakan padaku. "Si gadis di culik Hiya si mahkluk bulan....dan dia tidak pernah bisa bertemu dengan pemuda pujaan nya itu". Cerita itu kau kisahkan saat kita duduk menatap bulan, dan bulan malam ini pun masih sama seperti bulan di malam kau bercerita....masih tampak buram dan sedih.

Mendengar cerita2 mu adalah saat2 yang paling ku tunggu lae, dari cerita mu aku bisa tahu banyak hal,bisa menyelami diri mu,kau pernah berkata akan membawa ku melihat bulan di desa mu,kau bilang bulan di sana tidak sesedih bulan yang ada di tempat ku. Lelaki seperti mu ku ibarat kan ulat kepompong yang sedang bermetamorfosis bila waktu itu tiba kau akan berubah menjadi kupu2 yang indah dan terbang mencari wewangian bunga yang mekar. Seperti malam ini, malam yang kesekian kalinya cerita mu tak ku dengar lagi Lae....apa bayangan ku tentang dirimu yang berubah menjadi kupu2 sudah menjadi kenyataan. Saat kau datang aku tidak pernah berfikir sejauh mana kisah ku dengan mu akan ku bawa, karena dirimu sesuatu yang mustahil untuk ku lae....
Bulan bulat itu muncul lagi bayang sinar indah nya tertutup awan kelabu, selintas seperti dirimu yang di culik mahkluk hiya, setiap bulan muncul nyanyian mu akan kepedihan terngiang lagi, lagu yang selalu kau dendang kan sewaktu kita duduk berdua dalam dekapan bulan. " jika ku bisa merentang waktu lebih panjang aq ingin lebih awal berjumpa dengan mu....". " Tapi aq bukan dewa waktu yang bisa dengan mudah mengatur semua nya...maaf kan aq untuk segala kesalahan ku...", jangan pernah mengatakan itu lagi Lae kalau suatu saat kau datang bersama bulan. Seandainya kau tau karena ujung waktu kita tidak pernah seorang pun tau...tidak kau, aku maupun yang lainya.....

Bayang bayang yang terseret malam
tidak pernah jejak nya tinggal
denting nafas mu bagai irama kelabu
rapuh...nanar...dan hilang
malam jangan pernah datang kan kesedihan
karena kesedihan hanya milik jiwa yang patah
datang kan saja cahaya ufuk
biar kau tau rasa nya terang...
terang yang membawa hilang sang hitam
dan kembalikan lagi senyum di wajah yg hilang.

(@n-dr)


Desember 03, 2008

<<<<>>>>

Kita
Ketika datang kita hanya dua orang yg tidak saling kenal
Tanpa pernah bertatap dan berbicara kita tautkan hati dengan maya
Tapi sekat ini membatasi ruang gerak tuk sampai kepada mu
Kutahan semau yang ku rasa...
     Karena ku yakin semua hanya semu tanpa bias
    Lagu mu kuwakilkan dalam setiap tidur ku
    Tanpa pernah aq berharap kamu tau isi hati ku...

    Pedih....namun harus...biar aq bisa melupakan mu
Walaupun hanya jejak mu yang tinggal
Tapi buat ku itu bau samar yang jelas di penciuman ku
Goresan goresan tinta itu bukti keberadaan jelas bayang kita
Keputusan ku .... itu yang terbaik buat mu
    Semu..semoga dia tau disini slalu mendoakan dia
    Hitam...jangan pernah dia rasa kepahitan cinta
    Biar kan hilang mu kesepian ku hari ini
Fie....ketakutan terbesar ku adalah menyukai mu
Kekuatan ku datang dari perhatian mu
Tapi terlarang buat ku tuk dekat dengan mu
Semoga kamu mengerti....putih itu akan selalu ternoda hitam.
 dimalam yang sesunyi ini aq sendri tiada yang menemani
akhir nya kini ku sadari dia telah pergi...tinggal kan diriku....
by: peter pan
   
   
   
 

 

November 24, 2008

    Hanya Judul
Kertas itu masih putih seperti awalnya
Media tempat manusia memahat garis kehidupan
Liku liku yang di toreh dengan tinta permanen
Membekas dalam dan mendarah daging...
    Skenario demi skenario terus ditulis
    Kata demi kata terus meluncur
    Lembar demi lembar itu kini terisi kisah
    Yang di beri Judul....Perjalanan Hidup
Macam dan ragam nya hanya kita yang tau
Kapan,dimana,dan siapa saja aktor didalamnya
Bila waktu datang judul itu kembali
Hanya sebagai sebuah judul
    Hidup tidak akan terasa hidup
    Jika hanya berjalan statis dan tanpa nada
    Perbaharui selagi timer kita belum berbunyi
    Karena kehidupan bukan hanya....Judul.

Oktober 20, 2008

Tulisan ku.......



Mendung yang sama datang lg hari ini
Kelabu yang hadir memperkeruh warna angkasa
Seakan dangkal nya rasa dia bisa tau...

Ada banyak pertanyaan yang ingin ku sampaikan
Namun ada banyak jawaban yang tidak pernah terucapkan
Entah sampai kapan dia akan terus jadi mistery
Datang dan hilang nya tanpa pernah memproklamirkan diri

Sesaat dia datang dengan membawa harapan
Dan dalam hitungan jari dia kembali dengan waktu
Ketempat asal nya...ke tempat dia kembali hilang
Dengan meninggalkan beban yang tak seorang pun tau
Harus kemana arah nya di ubah.......

Hanya sepenggal kenangan itu dia tinggal kan
Hanya sederet kata itu dia torehkan
Tapi setiap detak berlalu semua masih tertinggal
Disini..............