Setiap Warna punya arti...setiap Warna mewakili sejarah...Warna mewakili kita!

Mei 26, 2010

Lelaki Bulan

Lae....lelaki terindah yang melintasi garis kehidupanku. malam itu kau ceritakan banyak kisah pada ku, kisah tentang kehidupan mu dulu di ibu kota, kisah tentang perjalanan hidup mu sewaktu masih di kampung, kisah tentang ternak2 mu yang mati karena penyakit, kisah tentang adat dan tradisi di desa mu.... semua kau ceritakan seakan bisa ku lihat dari nanar mata mu....
"Apa kau tau kisah sang Bulan,sewaktu aku masih kecil ibu ku sering bercerita tentang sepasang kekasih,sang gadis adalah belahan jiwa seorang pemuda suatu saat sang gadis pernah berkata kepada pemudanya seandainya mereka terpisah maka mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi....dan si gadis akan hilang untuk selama nya...". " Kemudian apa yang terjadi pada si gadis itu..." tanya ku saat bibir mu tak lagi memaparkan kisah yang kau ceritakan padaku. "Si gadis di culik Hiya si mahkluk bulan....dan dia tidak pernah bisa bertemu dengan pemuda pujaan nya itu". Cerita itu kau kisahkan saat kita duduk menatap bulan, dan bulan malam ini pun masih sama seperti bulan di malam kau bercerita....masih tampak buram dan sedih.
Mendengar cerita2 mu adalah saat2 yang paling ku tunggu lae, dari cerita mu aku bisa tahu banyak hal,bisa menyelami diri mu,kau pernah berkata akan membawa ku melihat bulan di desa mu,kau bilang bulan di sana tidak sesedih bulan yang ada di tempat ku. Lelaki seperti mu ku ibarat kan ulat kepompong yang sedang bermetamorfosis bila waktu itu tiba kau akan berubah menjadi kupu2 yang indah dan terbang mencari wewangian bunga yang mekar. Seperti malam ini, malam yang kesekian kalinya cerita mu tak ku dengar lagi Lae....apa bayangan ku tentang dirimu yang berubah menjadi kupu2 sudah menjadi kenyataan. Saat kau datang aku tidak pernah berfikir sejauh mana kisah ku dengan mu akan ku bawa, karena dirimu sesuatu yang mustahil untuk ku lae....
Bulan bulat itu muncul lagi bayang sinar indah nya tertutup awan kelabu, selintas seperti dirimu yang di culik mahkluk hiya, setiap bulan muncul nyanyian mu akan kepedihan terngiang lagi, lagu yang selalu kau dendang kan sewaktu kita duduk berdua dalam dekapan bulan. " jika ku bisa merentang waktu lebih panjang aq ingin lebih awal berjumpa dengan mu....". " Tapi aq bukan dewa waktu yang bisa dengan mudah mengatur semua nya...maaf kan aq untuk segala kesalahan ku...", jangan pernah mengatakan itu lagi Lae kalau suatu saat kau datang bersama bulan. Karena ujung waktu kita tidak pernah seorang pun tau...tidak kau, aku maupun yang lainya.....

Bayang bayang yang terseret malam
tidak pernah jejak nya tinggal
denting nafas mu bagai irama kelabu
rapuh...nanar...dan hilang
malam jangan pernah datang kan kesedihan
karena kesedihan hanya milik jiwa yang patah
datang kan saja cahaya ufuk
biar kau tau rasa nya terang...
terang yang membawa hilang sang hitam
dan kembalikan lagi senyum di wajah yg hilang.

(@n-dr)

4 komentar:

eka mengatakan...

Hmm, lelaki bulan yang ingin dijumpa lebih awal...

Saya suka cerita ini, Melly :)

mElLy mengatakan...

thanks mbak eka...

TRIMATRA mengatakan...

karena kesedihan hanya milik jiwa yang patah, jiwa yang rapuh..., hmm bener banget ituh...

btw, ngetuk rumahmu ngingetin postingan tgl 1 juli nanti yaaa

attayaya mengatakan...

lha kok blom mosting moral budaya?

Posting Komentar

koment na nya....;)