Setiap Warna punya arti...setiap Warna mewakili sejarah...Warna mewakili kita!

Desember 02, 2009

Terperangkap di negeri kotak

Malam itu jam baru menunjukkan pukul 20.00 wib masih terlalu dini untuk tidur, bahkan belum terlalu larut untuk pergi kelayaban...suasana nya juga mendukung untuk sekedar jalan - jalan keluar ya itung - itung cari udara segar, karena udara segar bukan lagi pagi hari tapi berubah jd malam hari hehhehe...
Handphone ku berbunyi ada pesan masuk yang belum terbaca,pasan masuk yang di kirim seorang teman lama yang juga tinggal satu daerah dengan ku tapi karena keterbatasan waktu luang kita jarang sekali bisa bertemu walaupun untuk sekedar ngobrol ngarol ngidul...suatu rutinitas yang dulu hampir bisa kita lakuin kalau weekend walau cuma sekedar say hallo atau cerita - cerita gado2 setidak nya pikiran bisa bertambah dengan cerita yang baru. Ku parkir motor di sebuah Sekolah gerbang nya memang sudah pada tutup tapi di dalam masih ada beberapa orang yang lalu lalang, teman ku dia memang guru di sekolah itu sekolah lama tapi dengan konsep bangunan yang sudah di perbaharui. Duduk di pelataran trotoar rasa nya seperti dua orang stress hahhaha padahal kita coba nikmatin suasana malam dengan apa ada nya...di temani angin yang semilir uhhhh... :). Cerita bergulir dari hal satu ke hal yang lain sekali2 di selingi ributnya suara kendaraan yang lalu lalang, malam memang nyimpan banyak hal.
Menatap langit malam negeri ku membuat ku miris, negeri yang kaya dengan alam na malah miskin dengan segala keterbatasannya. Miskin dengan segala fasilitas, bahkan fasilitas untuk hiburan pun susah di dapat di sini. Padahal ritme kerjaan warga nya sangat menguras tenaga dan pikiran. keterbatasan fasilitas ini gak heran membuat warga nya cepat jenuh, dan sering naik turun emosi nya hehehehe.Kemana sich perhatian pemerintah nya kemana sich anggaran belanja daerah yang mereka buat, padahal tanpa masyarakat mereka bukan apa2 dan tanpa masyarakat suatu daerah gk akan pernah ada...emmm seperti hidup di dalam sebuah kotak yang tertembok pilar tinggi tanpa bisa keluar hidup2 untuk ngirup segar nya udara kebebasan, kebebasan dari himpitan dan penindasan bangsa sendiri.

2 komentar:

Sadewa mengatakan...

kayak puisi ya ceritanya sukses selalu

eka wijayanti mengatakan...

Mari sama-sama kita cari jalan keluar agar negri kotak kembali menyenangkan.

Posting Komentar

koment na nya....;)